Showing posts with label Budidaya. Show all posts
Showing posts with label Budidaya. Show all posts

Cara Budidaya Nanas Yang Baik

Tanaman nenas dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan merata sepanjang tahun dengan jumlah antara 1.000 - 2.000 Mm pertahun serta suhu optimum 32o C. Tanaman ini tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian 100 - 200 M dari permukaan laut, tetapi pada keadaan tertentu dapat juga tumbuh dengan baik pada ketinggian 1200 M dpl. Pada daerah-daerah yang merupakan iklim C dan D tanaman nenas dapat tumbuh baik pada daerah yang merupakan irigasi teknis.

Tanaman nenas tumbuh baik pada tanah yang gembur, tidak tahan genangan air, lebih-lebih di daerah basah dengan tanah liat yang tergenang air cukup lama, tanaman nenas akan tumbuh merana. Untuk daerah kering diperlukan sistem pengairan yang baik dan air tanah tidak lebih dari 150 Cm dari permukaan laut. Tanah yang cocok untuk budidaya nenas adalah tanah dengan tekstur ringan (pasir) dan sedang serta mengandung humus yang banyak dengan pH sekitar 4,5 - 5,5 untuk tanah podsolik dengan kandungan litany tinggi, nenas bisa tumbuh dengan diimbangi pemupukan intensif dan penggunaan pupuk organik yang tinggi.

· Pemeliharaan:

· Pemupukan;

Pemupukan merupakan satu aspek penting dari kegiatan usaha tani nenas karena erat kaitannya dengan peningkatan produksi. Pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk an-organik seperti Urea, TSP/Sp-36 dan KCI maupun pupuk organik seperti pupuk kandang dan kompos. Dosis pupuk untuk tanaman nenas, sebagai berikut:


Dosis Pupuk Per Ha/Tahun
Urea (Kg)
Sp-36 (Kg)
KCI (Kg)
Pupuk Kandang/ Kompos (Kg)
225
125
300
20

Pemupukan dengan pupuk an-organik (Urea, SP-36 dan KCI) dilakukan 2 kali dalam setahun. Sedangkan pupuk organik (kandang/ kompos) diberikan satu kali dalam setahun pada awal musim penghujan.
Cara pemberian pupuk an-organik diberikan dengan cara mencampur ke-tiga pupuk lalu ditaburkan pada parit sedalam 10 - 15 Cm disekeliling tanaman, kemudian parit ditutup kembali dengan tanah. Pupuk organik diberikan dengan cara ditebarkan pada larikan/ parit disekeliling batang tanaman dengan kedalaman 15 - 20 Cm pada jarak 25 - 50 Cm dari pangkal tanaman/ rumpun dan ditutup kembali dengan tanah.

· Penyiangan;

Penyiangan dilaksanakan setiap 3 bulan sekali sebelum dilakukan penyiangan, daun-daun harus diikat sehingga penyiangan tidak terganggu oleh daun-daun yang berduri. Bersamaan dengan penyiangan tanah perlu digemburkan agar akar-akar tanaman mendapatkan udara yang cukup, setelah pekerjaan penyiangan selesai, ikatan-ikatan daun dilepas sedangkan untuk tanah-tanah yang datar di daerah beriklim basah perlu dibuatkan parit drainase.

· Penjarangan anakan;

Penjarangan anakan diperlukan untuk dapat menghasilkan buah berukuran besar secara teratur selama beberapa kali panen. Penjarangan anakan dari tunas akar sebaiknya dilakukan secara teratur setelah 3 - 4 musim panen tanaman nenas biasanya tidak dibongkar tetapi tunas anakannya dibiarkan tumbuh. Tunas lain dibuang atau digunakan sebagai bibit. Kelangsungan produksi dari induk ke tunas anakan ini dibiarkan berlangsung terus sampai kira-kira lima tahun, setelah umur lima tahun tanaman nenas dibongkar dan diganti tanaman baru.

· Pengendalian organisme pengganggu;

· Penyakit busuk hati (hert rot) dan busuk akar (root rot)

· Gejala, daun tanaman yang terserang cendawan phytoptora Sp. mengalami klorosis, daun muda mudah dicabut, pembusukan dapat meluas ke batang tanaman serta menyebabkan busuk akar sehingga pertumbuhan terhambat dan pematangan buah tertunda.

· Pengendalian, sebelum tanaman bibit dicelup dalam suspensi fungisida sanitasi kebun dari tanaman yang sakit dan sisa tanaman yang sakit dan sisa tanaman sebelumnya harus bersih.

· Penyakit busuk pangkal (base rot)

· Gejala, serangan cendawan carato cystis paradora pada bibit mengakibatkan busuk lunak berwarna coklat pada pangkalnya. Pada daun timbul bercak-bercak putih kekuningan. Infeksi buah batang mengakibatkan buah busuk.

· Pengendalian, untuk mencegah terjadinya infeksi melalui bekas potongan pada pangkal buah diberikan perlakuan asan limzoat 10 % dalam etarol. Dilakukan pemotongan buah.


· Pengairan dan penutupan tanah;

Pengairan harus diatur sedemikian rupa sehingga air tidak menggenang. Pengairan diperlukan pada waktu penumpukan sekitar rumpun tanaman nenas dapat diberi penutup tambahan (mulsa) seperti jerami, daun-daun dan sebagainya.

· Penggunaan ZPT;

Tanaman nenas dapat dipaksa untuk berbunga pada setiap saat, yakni dengan memberikan zat kimia yang berfungsi sebagai hormon pembungaan. Zat kimia yang sering digunakan adalah kalsium karbit dan ethrel. Selain itu juga digunakan hormon akar seperti IAA, IBA dan NAA. Teknik pembungaan buatan dilakukan ke dalam titik tumbuh tanaman nenas pada pagi-pagi sekali dan sore hari untuk mengurangi reaksi panas dan kemudian disemprotkan dengan air dingin diatasnya. Selain itu dapat pula tanaman disemprotkan dengan larutan ethrel 70 - 200 ppm, karena ethrel ini pada pH rendah dalam sel tanaman akan terurai menjadi estilin yang dapat berfungsi sebagai hormon pembungaan. Untuk mendapatkan produksi yang tinggi, sebaiknya sewaktu diberi zat kimia tanaman telah berumur 6 bulan atau jumlah daun sekitar 20 - 30 helai.

· Panen;

Pada umumnya nenas dapat di panen setelah berumur 12 - 15 bulan tergantung bibit yang digunakan. Buah nenas yang siap di panen dapat diketahui dari :

· Mahkota jadi lebih terbuka;

· Tangkai buah menjadi keriput;

· Mata duri lebih mendatar dan besar serta bertulang lebih bulat;

· Warna buah mulai menguning;

· Timbul aroma nenas yang harum.

Cara Mudah Budidaya Seledri

Seledri dapat diperbanyak secara generatif dengan biji atau vegetatif dengan anakan. Untuk tujuan komersil tanaman seledri dapat diperbanyak dengan biji. Benih berasal dari varietas unggul dengan daya kecambah > 90%.

Pengolahan Lahan

Lahan ideal adalah tanah yang subur, gembur, mengandung bahan organik, mampu menahan air dan berdrainase baik dengan pH tanah antara 5,5-6,5. Tanah dicangkul sedalam 20-30 cm

biarkan selama 15 hari, jika pH tanah kurang dari 6.5 campurkan kapur kalsit atau dolomit dengan tanah olahan, dosis kapur 1-2 ton/ha tergantung pH tanah dan jumlah Alumunium di dalam tanah, pemberian 2-3 minggu sebelum tanam. Buat bedengan dengan lebar 100-120 cm, tinggi 30 cm, panjang sesuai lahan, dan jarak antar bedengan 50 cm. Bedengan diberi naungan berupa alang-alang atau jerami dengan tinggi 1-1,5 m.

Budidaya Tanaman Sayuran

Persemaian

Benih disemai pada bedengan di dalam alur/larikan sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alur 10-20 cm, sebelum disemai, benih direndam dalam larutan Previcur N dengan konsentrasi 0,1 % selama + 2 jam, kemudian dikeringkan. Tutup benih dengan tanah tipis dan siram permukaan bedengan sampai lembab. Untuk menjaga kelembaban, persemaian ditutup dengan alang-alang atau jerami dan ditinggikan tutup tersebut apabila kecambah telah tumbuh. Setelah bibit tumbuh dapat juga dipindahkan kedalam bumbunan yang terbuat dari daun pisang/pot plastik dengan media yang sama.

Penanaman

Setelah + 40 hari atau telah berdaun 3-4 helai cabut bibit seledri yang sehat dengan akarnya. Potong sebagian akar, selanjutnya akar direndam kedalam larutan pestisida Benlate atau

Derosol pada konsentrasi 50% sekitar 15 menit. Pindahkan bibit pada bedengan yang telah dipersiapkan, satu bibit per lobang tanam, dengan jarak tanam: 25 x 30 cm; 20 x 20 cm atau 15 x 20 cm (tergantung varietas) dan padatkan tanah disekitar batang. Siram bedengan sampai lembab.

Pemeliharaan Tanaman

Jika ada tanaman yang mati lakukan penyulaman 7-15 hari setelah tanam. Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah pada umur 2 dan 4 minggu setelah tanam, penyiangan berikutnya disesuaikan dengan keadaan gulma. Di awal masa pertumbuhan, penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari, berikutnya dikurangi menjadi 2-3 kali seminggu tergantung cuaca. Tanah tidak boleh kekeringan atau tergenang air (becek).

Pemupukan

Pupuk dasar diberikan 3 hari sebelum tanam, yaitu pupuk organik dengan dosis 4 kg/m2, diaduk dengan tanah permukaan bedengan. Pada umur 2 minggu setelah tanam berikan pupuk N 300 kg, P2O5 75 kg dan K2O 250 kg/ha secara larikan dibarisan tanaman. Pupuk susulan berikutnya larutkan 2-3 kg pupuk NPK ke dalam 200 liter air dan berikan secara kocor diantara barisan tanaman, hal ini dapat dilakukan selama tanaman masih produktif dengan interval 7 hari satu kali pemberian. Dapat juga diberikan pupuk cair dengan dosis 0,3 ml/m2 yang dimulai pada umur 3 minggu setelah tanam dengan interval 10 hari satu kali.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Hama utama seperti: ulat tanah, keong, kutu daun tungau. Hama dapat dihilangkan secara mekanik yaitu dipungut dengan tangan. Penyakit yang sering menyerang tanaman bercak

cercospora, bercak septoria, virus aster yellow. Pengendalian dilakukan mulai dari pesemaian hingga panen. Jika terpaksa harus menggunakan pestisida, gunakan jenis pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik.

Panen dan Pasca Panen

Seledri dapat dipanen setelah berumur 40 sampai dengan 150 hari setelah tanam (tergantung varietas). Saledri daun dipanen 4-8 hari sekali. Seledri potong dipanen dengan memotong tanaman pada pangkal batang secara periodik sampai pertumbuhan anakan berkurang. Seledri umbi dipanen dengan memetik daun-daunnya dan dilakukan secara periodik sampai tanaman kurang produktif. Hasil panen diseleksi dengan cara membuang tangkai daun yang cacat atau terserang hama. Untuk membersihkan dari kotoran/tanah dan residu pestisida, seledri dicuci dengan air mengalir atau disemprot kemudian tiriskan di rak-rak. Sortasi perlu dilakukan

terutama jika seledri akan dipasarkan di swalayan atau untuk eksport. Sortasi dilakukan berdasarkan ukuran dan jenis yang seragam dan sesuai dengan permintaan pasar. Seledri diikat dengan ikatan plastik pada berat tertentu yang disesuaikan dengan permintaan pasar.

Cara Tepat Dan Benar Dalam Budidaya Srikaya

Pembibitan Srikaya

Dalam teknik  budidaya srikaya, pertama-tama anda harus mengetahui cara yang tepat untuk pem
bibitan srikaya agar bisnis budidaya anda menguntungkan. Untuk cara budidaya srikaya terdapat dua cara untuk pembibitannya, yaitu dengan cara generatif dan perbanyakan vegetatif. Sebenarnya cara tanam srikaya dapat ditanam langsung dari biji buah yang manis, akan tetapi dalam perbanyakan dengan biji srikaya akan mengalami pemecahan sifat karena biji srikaya yang bersifat heterozigot. Oleh karena itu penanaman dengan biji dari buah yang manis, ada kemungkinan akan menghasilkan buah yang tidak manis.

Cara Perbanyakan

Karena menanam dengan biji hasilnya tidak pasti, sebaiknya anda bercocok tanam srikaya dengan teknik vegetatif yaitu seperti okulasi, sambungan, dan cangkok. Cara menanam yang tepat adalah sebagai berikut. Biji sebenarnya tetap ditanam, akan tetapi hanya sebagai pembentuk populasi dalam pemuliaan atau perbaikan varietas dan juga sebagai batang pokok dalam perbanyakan secara vegetatif. Biji tetap dapat ditanam namun cuman sebagai pohon utama. Setelah pohon cukup besar dilakukan perbanyakan vegetatif. Cabang yang digunakan dalam teknik vegetatif memiliki kualitas sama dengan tanaman induknya.

Ciri-Ciri Bibit Vegetatif

Memiliki sifat sama bahkan identik dengan induknya. Kemudian cepat menghasilkan buah. Jika hanya dengan biji, pohon baru akan berbuah pada umur 4 sampai 5 tahun. Sedangkan jika dengan bobot vegetatif akan berbuah pada umur 3 sampai 4 tahun saja. Akar tunggang juga sama kuat, kecuali untuk bibit cangkok karena berakar tunggang palsu. Kemudian adalah proses penanaman.

Proses Penanaman Srikaya Unggul

Berikut ini adalah langkah untuk penyiapan bibit batang bawah dari biji srikaya untuk persemaian. Pertama ambillah biji dari buah yang sudah matang pohon atau sudah tua. Kemudian cuci biji dan anginkan di tempat persemaian. Jangan sampai terkena sinar matahari secara langsung karena akan mudah mati untuk perawatan. Kemudian tanamlah biji menggunakan media ditempat persemaian setelah biji sudah kering. Untuk media tumbuh terdiri dari pupuk kandang dan campuran tanah dengan perbandingan 1 : 2. Pastikan kelembapan bibit di persemaian anda jaga dengan baik. Setelah tumbuh setinggi 5 sampai 10 cm pindahkan ke dalam polibag. Untuk polibag memiliki diameter 20 cm. Media persemaian polibag menggunakan campuran tanag dan juga kompos perbandingan 1 : 1, atau pupuk kandang dan tanah perbandingan 1 : 2. Buanglah bibit yang tumbuh tidak normal seperti kerdil.  Bibit batang bawah dari biji akan siap dilakukan perbanyakan vegetatif  setelah berumur 6 sampai 12 bulan.

Sambungan Pucuk

Pastikan anda sudah menyiapkan cabang entris dari pohon indu yang berbuah lebat dan unggul, dan diambil dari cabang yang daun pucuknya mendekati tua bukan yang muda. Setelah batang bawah siap, potong batang bawah pada ketinggian 10 hingga 20 cm. Kemudian belah batang bawah sedalam 3 cm dari permukaan denagn silet atau pisau yang tajam. Potong cabang entris pada dasarnya dan beri sisa 5 – 15 cm dari titik tumbuh di ujung cabang. Sayat dua sisi berhadapan pada cabang entris hingga berbentuk baji atau pahat sepanjang 3 cm. Sisipkan entris pada bijinya ke dalam celah batang bawah sehingga kedua sisi sayatan saling bersinggungan. Kemudian tutup dengan sangkup. Setelah tampak tunas, buka sangkupnya. Jaga kondisi agar tetap lembab agar pertumbuhan normal dari bekas luka tersebut. Untuk mengurangi penguapan, kurangi daun pada batang entris. Letakkan bibit tersebut di tempat terbuka selama satu minggu agar menyesuaikan dengan keadaan lapangan. Tanaman bibit sambungan tersebut di lahan jika mencapai ketinggian 70 sampai 100 cm. Kemudian anda harusmemelihara bibit agar tumbuh dengan baik.

Cara Menanam Padi Yang Baik Dan Benar

Anda ingin budidaya tanaman padi, pelajari dan mulailah dari sekarang. Banyak tahap-tahap yang perlu ada pelajari tentang budidaya tananam padi. kami sudah merangkum dari informasi berbagai sumber tentang masalah cara budidaya tanaman padi yang benar berikut.

Pengolahan tanah
- Penebasan rumput-rumput/belukar. Penebasan dilakukan dengan menggunakan parang. Rumput atau belukar yang sudah ditebas dikumpulkan di suatu tempat kemudian dibakar.
- Pengolahan tanah.
- Pelumpuran dan perataan tanah.
Keterangan: Pengolahan tanah dilakukan dua tahap. Setelah pengolahan tahap pertama, tanah digenangi, agar zat beracun terpisah dari tanah. Tinggi air genangan berkisar antara 5-10 cm. Untuk mengatur tinggi air genangan dapat dilakukan dengan memperbesar atau memperkecil bukaan pintu saluran air. Pengolahan tanah tahap kedua dilakukan dua minggu setelah pengolahan pertama.

Pencarian mutu benih yang akan dipakai:
- Siapkan kain ukuran 20 cm x 30 cm.
- Siapkan benih sebanyak 100 butir kemudian direndam dalam air selama ± 2 jam.
- Benih yang sudah direndam diletakkan di atas, kain yang sudah dibasahi (lembab). Tunggu 3-5 hari, kemudian hitung benih yang berkecambah. Kalau benih yang berkecambah lebih dari 90 butir, berarti benih tersebut bermutu tinggi.

Persemaian
Persemaian dapat dibuat dengan dua cara yaitu persemaian basah dan kering.
a. Persemaian basah
- Benih direndam selama 12-24 jam, kemudian di-angkat dan dibiarkan berkecambah selama 1-2 hari.
- Persemaian dibuat pada lahan yang berair (macak-macak) dan tidak terluapi air pada saat pasang.
- Luas lahan persemaian 300-500 m2 untuk setiap hektar pertanaman.
- Tanah untuk persemaian diolah dua kali (sempurna), bersih dari rumput, belukar, sisasisa tanaman, kayu, batu, atau lainnya.
- Kemudian tanah diratakan dan diberi pupuk.
- Takaran pupuk untuk setiap meter persegi persemaian: 10 gram urea + 10 gram TSP (atau) 14 gram SP 36) + 10 gram KCl.
b.Persemaian kering
Persemaian kering pada dasarnya sama dengan persemaian basah.
- tempat persemaian dibuat di guludan.
- Benih langsung disemai tanpa direndam. Setelah disemai ditaburi dengan tanah halus abu sekam.
- Untuk mencegah serangan hama orong-orong, benih dicampur dengan insektisida seperti furadan 3G sebanyak 1 gram untuk setiap 1 m2 persemaian.
- Untuk mencegah penyakit blas benih dicampur dengan fungisida seperti Benlate T 20 WP (Benomil) sebanyak 1 gram untuk setiap kilogram benih. Budi Days Padi di Lahan Pasang Surut

Penanaman
Untuk keberhasilan usahatani padi di lahan pasang surut berikut ini dianjurkan varietas-varietas yan ditanam menurut berbagai tipe lahan dan musim. Di lahan pasang surut yang bertipe luapan A dan B,padi sawah dapat diusahakan dua kali setahun.
Waktu tanam yang dilakukan:
- Musim tanam pertama, penanaman dilakukan pertengahan Oktober sampai awal November.
- Musim tanam kedua, penanaman dilakukan pertengahan Maret sampai awal April.

Penyiangan
Penyiangan dilakukan dua kali yaitu:
- Penyiangan pertama umur 3 minggu setelah
tanam
- Penyiangan kedua umur 6 minggu setelah tanam
Penyiangan dapat dilakukan dengan beberapa cara
yaitu:
- Dicabut dengan tangan, kemudian dipendan
dalam tanah.
- Menggunakan alat siang (gasrok).
- Menggunakan herbisida antara lain DMA-6, Gramoxone, dengan takaran 3–4 liter per hektar dengan volume semprot 400-500 liter per hektar. Apabila ada tanaman yang mati, diadakan penyulaman (umur 1-2 minggu) dengan menggunakan bibit yang masih tersedia dan menyapih tanaman yang sudah tumbuh.

Pemupukan tanaman (menggunakan kamastan)
Takaran pupuk untuk setiap lokasi berbeda, tergantung pada keadaan lahannya.
Cara pemberian pupuk :
- Pupuk kamastan sebanyak lima tutup botol (50cc) di campur dalam 15 liter air ( 1 tangki ).
- Kemudian semprotkan secara merata pada seluruh bagian tanaman terutama daunnya,
lakukan pada pagi atau sore hari dengan jarak waktu setiap 15 HST,30 HST,
45HST,65HST,75 HST. (HST= hari setelah tanam)
- Ketika padi berumur 50-55 hari,jangan disemprot dengan pupuk cair ataupun di semprot menggunakan pestisida walaupun ada hama, karena pada umur ini padi melakukan proses perkawinan.
- Keadaan air sawah pada saat memupuk harus macak-macak.
- Pengapuran penting artinya untuk menurunkan kemasaman tanah, terutama pada lahan sulfat masam.
- Takaran kapur: 1 ton per hektar.
- Waktu pengapuran: 2 minggu sebelum tanam.
- Keadaan air tanah pada saat pengapuran harus macak-macak.

Perlindungan Tanaman
Hama yang banyak menyerang pertanaman padi di lahan pasang surut adalah: tikus, Orong-orong, Kepinding tanah (lembing batu), walang sangit, wereng coklat. Sedangkah penyakit utama di lahan pasang surut adalah bias.
Pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan:
- Memelihara kebersihan lingkungan
- Penanaman serempak (satu hamparan sekunder).
- Pemasangan umpan beracun, dengan racun klerat RMB sebanyak 2 kg per hektar, dan diletakkan di beberapa tempat.
- Melaksanakan gropyokan atau pengemposan menggunakan belerang.
Panen tanaman padi
Panen dilakukan pada saat tanaman padi menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut:
- Sebagian besar gabah (90%) sudah berwarna kuning.
- Bila digigit gabah patah.
Panen dapat dilakukan dengan menggunakan alat sebagai berikut:
- Sabit bergerigi
- Reaper
- Stripper. kehilangan hasil pada saat panen dapat dihindari dengan usaha-usaha sebagai berikut:
- Panen tepat waktu.
- Setelah disabit langsung dirontok (paling lambat 1 hari).
- Saat merontok menggunakan alas (tikar atau terpal)

Cara Budidaya Timun Jepang

1. Syarat tumbuh
Adaptasi mentimun pada berbagai iklim cukup tinggi, namun pertumbuhan optimum pada iklim kering. Cukup mendapat sinar matahari. Tanah gembur, banyak mengandung humus, tata air baik, pH tanah 6,5-7.

2. Pengelolaan Lahan

  • Bersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman untuk menekan serangan penyakit terbawa tanah seperti akar bengkak, busuk lunak, rebah semai, dll dengan cara dicabut dan dijadikan kompos
  • Membuat got keliling dengan lebar 30 cm untuk pembuangan air
  • Tanah dibajak/ digaru dan dibuat bedengan dengan lebar 150-160 cm, parit 30 cm, tinggi 30 cm
  • Tambahkan pupuk bokhasi minimal 1,5 - 2 ton, dolomit min 2 kwt, Furadan 2 kg utk luas 2000 m persegi
  • Tanah dan pupuk bokhasi diaduk dan dicampur ratakan
  • Tanah ditutup dengan mulsa plastik dengan warna hitam di bagian bawah dan perak diatas
  • Membuat lubang tanam dengan jarak 80 cm (antar tan dlm 1 bedengan)
  • Lahan siap ditanami
3. Penanaman
a. Penanaman sebaiknya dilakukan sore hari
b. Lepaskan bibit bersama medianya dr plastik polibag, usahakan media tdk pecah/ akar putus
c. Lahan siap ditanamai

4. Pemeliharaan Tanaman
  1. Umur 7 - 30 HST disemprot dengan Pestisida Nabati dan Pupuk Organik Cair Alami+ZPT
  2. Umur 12 HST dilakukan pemangkasan daun ke-5
  3. Umur 14 HST pemberian pupuk susulan I
  4. Umur 20 HST dilakukan pemangkasan daun ke-8
  5. Umur 28 pemberian pupuk susulan II
  6. Umur 30 HST setiap pucuk dilakukan pemangkasan/ petik pupus scr rutin dan bakal buah

5. Panen
  •  Buah bisa dipanen umur 35 - 40 HST
  • Satu tanaman 4 -5 kg
  • Waktu panen, bakal buah jangan di lemparkan, shg buah jadi cacat dan luka
  • Waktu panen bakal buah yg bengkok dibuang dan buah yg lurus dipelihara
  • Standart mutu; utk great A = 1250/ kg, great B= 750/ kg dan great C= 350/ 

Budidaya Pepaya Yang Benar

Tanaman dapat tumbuh pada dataran rendah dan tinggi 700-1000 mdpl. Curah hujan 1000-2000 mm/tahun, suhu udara optimum 22-26 derajat C dan kelembaban udara sekitar 40% dan angin yang tidak terlalu kencang sangat baik untuk penyerbukan. Tanah subur, gembur, mengandung humus dan harus banyak menahan air, pH tanah yang netral adalah netral dengan pH 6-7.

Pembibitan 

1. Persyaratan Bibit/Benih


- Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh.

- Biji yang segar digunakan sebagai bibit. Bibit jangan diambil dari buah yang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua.

2. Penyiapan Benih

Kebutuhan benih perhektar 60 gram (± 2000 tanaman). Benih direndam dalam larutan POC NASA 2cc/liter selama 1 / 2 jam, ditiriskan dan ditebari Natural GLIO kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang diayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan ditambah 30 gram Natural GLIO.

3. Teknik Penyemaian Benih

- Benih dimasukkan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah. Disiram setiap hari. Benih berkecambah setelah 12-15 hari. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap disiram.

- Biji-biji tersebut bias langsung ditanam/disemai lebih dahulu. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan ke kebun.

4. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian

Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan, Biji tidak boleh dibenamkan dalam-dalam, cukup sedalam biji yakni 1 cm dengan yang baik, biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam. Semprotkan POC NASA seminggu sekali dosis 2 tutup/tangki

5. Pemindahan Bibit

Bibit-bibit yang sudah dewasa, sekitar umur 2-3 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan.

Pengolahan Media Tanam 

1. Persiapan

Lahan dibersihkan dari rumput, semak dan kotoran lain kemudian dicangkul/dibajak dan digemburkan.

2. Pembentukan Bedengan

- Bentukbedengan berukuran lebar 200-250, tinggi 20-30 cm, panjang secukupnya, jarak antar bedengan 60 cm.

- Buat lubang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan, dengan jarak tanam 2 x 2,5 m

3. Pengapuran

Apabila tanah yang akan ditanami papaya bersifat asam (pH kurang dari 5), setelah diberi pupuk yang matang, perlu ditambah ± 1 kg Dolomit dan biarkan 1-2 minggu.

4. Pemupukan

Sebelum diberi pupuk, tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu, setelah itu ditutup dengan tanah campuran 3 blek pupuk kandang yang telah matang.

Teknik Penanaman

1. Pembuatan Lubang Tanam

- Lubang tanam berukuran 60 x 60 x 40 cm, yang digalu secara berbaris. Biarkan lubang-lubang kosong agar memperoleh cukup sinar matahari.

- Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri dengan pupuk kandang 2-3 blek. Jika pupuk kandang tidak tersedia dapat dipakai SUPERNASA dengan cara disiramkan ke lubang tanam dosis 1 sendok makan/10 lt air sebelum tanam. Lubang-lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. Lubang-lubang tersebut di atas dibuat 1-2 bulan penanaman. Apabilabiji ditanam langsung ke kebun, maka lubang-lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan.

2. Cara Penanaman

Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua.

Pemeliharaan Tanaman

1. Penjarangan dan Penyulaman

Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperolah tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga.

2. Penyiangan

Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan penyiangan (pembuangan rumput). Kapan dan berapa kali kebun tersebut harus disiangin tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.

3. Pembubunan

Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan pendangiran tanah. Kapan dan berapa kali kebun tersebut harus didangiri tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.

4. Pemupukan

Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak, khususnya pupuk organik, memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah.

Cara pemberian pupuk:

- Tiap minggu setelah tanam beri pupuk kimia, 50 gram ZA, 25 gram Urea, 50 gram TSP dan 25 gram KCl, dicampur dan ditanam melingkar.

- Satu bulan kemudian lakukan pemupukan kedua dengan komposisi 75 gram ZA, 35 gram Urea, 75 gram TSP, dan 40 gram KCl.

- Saat umur 3-5 bulan, lakukan pemupukan ketiga dengan komposisi 75 gram ZA, 50 gram Urea. 75 gram TSP, 50 gram KCl.

- Umur 6 bulan dan seterusnya setiap 1 bulan sekali diberi pupuk dengan 100 gram ZA, 60 gram Urea, 75 gram TSP, dan 75 gram KCl.

5. Pengairan dan Penyiraman

Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yang tergenang. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. Apalagi di daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat, maka harus dibuatkan parit-parit. Pada musim kemarau, tanaman pepaya harus sering disirami.

Hama dan Penyakit

Kutu tanaman (Aphid sp., Tungau). Badan halus panjang 2-3 mm berwarna hijau, kuning atau hitam. Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut, bersungut dan kaki panjang. Kutu dewasa ada yang bersayap dan tidak. Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yang panjang di bagian mulut. Pengendalian: semprot dengan Natural BVR atau PESTONA secara bergantian.

Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur, virus mosaic, rebah semai, busuk buah, leher akar, pangkal batang dan nematoda. Penyakit mati bujang disebabkan oleh jamur Phytophthora parasitica, P. palmivora dan Pythium aphanidermatum menyerang buah pepaya. Cara pencegahan: perawatan kebun yang baik, menjaga kebersihan, dan drainase serta sebarkan Natural GLIO ke lubang tanam, sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meoidogyne incognita.

Nematoda, apabila lahantelah ditanami pepaya, disarankan agar tidak menanam pepaya kemabli, untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning, layu dan mati. Pengendalian: Siramkan PESTONA ke lubang tanam.

Panen dan Pasca panen

1. Ciri dan Umur Panen

Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning. Tetapi masih banyak petani yang memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang

2. Cara Panen

Panen dilakukan dengan berbagai macam cara, pada umumnya panen/pemetikan dilakukan dengan menggunakan “songgo” (berupa bamboo yang ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik)

3. Periode Panen

Panen dilakukan 10 hari sekali.

Budidaya Cabai Rawit Dalam Polybag Yang Benar

Cara Budidaya Cabai Rawit dalam Polybag atau Pot tidaklah susah, sama seperti kita memelihara tanaman lainnya. Cara Budidaya Cabai Rawit dalam Polybag atau Pot tidak ubahnya seperti kita menanam bunga, dari memilih benih atau bibit bunga, kemudian menyiapkan media tanamnya yaitu wadah plastik (polybag) atau pot dan tanahnya yang dicampur pupuk organik atau pupuk kandang. serta menanam bibit bunga dan merawatnya hingga menghasilkan bunga yang diinginkan. Ikuti Cara Budidaya Cabai Rawit dalam Polybag atau Pot yang saya lakukan yang sebelumnya belum pernah menanam cabai rawit tetapi sekarang cabai rawit itu telah berbuah sempurna.
Cara Budidaya Cabai Rawit dalam Polybag atau Pot yang saya terapkan berawal dari sebuah riset sederhana, di mana ketika kita hidup di perkotaan atau hidup di perumahan yang lahan nya sempit dan terbatas kita bisa melihat berbagai tumbuhan baik tanaman bunga atau tanaman buah jarang sekali diserang penyakit.  Hal ini berbalik 180 derajat ketika saya pulang kampung di mana tanaman apa pun jenisnya pasti akan diserang penyakit, seperti pohon mangga yang tumbuh di samping rumahku di kampung batangnya tidak pernah normal karena diserang hama penggerek batang namanya, jadi batangnya atau dahannya selalu patah dan lama-lama pohonnya kan mati. Kemudian saya memilih tanaman cabai rawit karena buah yang satu ini tidak akan terlepas dari kehidupan manusia, dan harganya kadang-kadang  menjadi isue yang hot sesuai dengan rasanya, intinya tumbuhan ini vital bagi kehidupan saya dan para pencinta gorengan.
Cara Budidaya Cabai Rawit dalam Polybag atau Pot saya lakukan dalam beberapa tahapan :
  1. Saya membaca beberapa referensi dari internet dan juga melihat video berbagai teknik atau Cara Budidaya Cabai Rawit dalam Polybag atau Pot di youtube.
  2. Membeli benih ditoko pertanian, jika kita awam jangan sungkan-sungkan bertanya atau berkonsultasi dengan pemilik kios penjual alat , obat dan benih-benih pertanian, cari benih yang unggul.
  3. Sambil membeli benih kita juga bisa membeli alat-alat yang kita butuhkan seperti plastik polybag untuk penyemaian benih dan penanaman cabai rawit, pupuk anorganik, alat penyemprot hama dan juga obatnya.
  4. Menyemai benih cabai rawit dengan menggunakan polybag yang kecil.
  5. Sambil menunggu bibit cabai rawit berumur sekitar 3 – 6 minggu kita menyiapkan tempat penanaman dalam polybag besar.
  6. Setelah bibit cabai rawit siap tanam, maka kita pasang sanitasi atau cara pengairan menggunakan pipa dan selang yang terhubung dengan bak penampungan air.
  7. Masa perawatan adalah masa yang sangat menyenangkan dan membosankan, karena kita harus rajin menyirami dan juga memberantas hama yang menyerang.
  8. Perawatan Cara Budidaya Cabai Rawit dalam Polybag atau Pot dengan proses yang baik akan menghasilkan panen yang maksimal.
Cara Budidaya Cabai Rawit dalam Polybag atau Pot bisa anda coba, jika anda mau berhenti membeli cabai yang harganya kadang menguras kantong.